Copyright By www.overcometheproblemofhairloss.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Selesaikan Kasus Keuangan, OJK Bakal Gandeng Penyidik Kepolisian

Written By Unknown on Monday, September 24, 2012 | 4:00 AM

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyatakan dalam menangani kasus-kasus keuangan lembaga perbankan dan industri keuangan non bank, pihaknya membutuhkan penyidik. Salah satu penyidik yang dipastikan turut serta dalam membantu kinerja OJK adalah kepolisian.

"Menurut hukum perdata, penyidik itu cuma 2, yaitu PNS dan kepolisian," ujar Muliaman ketika ditemui dalam diskusi OJK di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Selain kepolisian, Muliaman menyatakan penyidik dari Pegawai Negeri Sipil awalnya adalah penyidik dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Namun, dengan masuknya Bapepam LK ke dalam OJK yang merupakan lembaga independen, maka pihaknya tengah mencari cara untuk mengatasi status penyidik PNS ini.

"PNS dulu diwakili Bapepam, nanti karena PNS Bapepam bukan PNS lagi. Kita sedang memikirkan bagaimana untuk tetap memiliki penyidik PNS untuk membantu penyidik kepolisian," jelasnya.

"Oleh karena itu saya akan melakukan konsultasi dengan Kapolri untuk bagaimana ini bisa kita sepakati bersama-sama agar ada dukungan dari kepolisian supaya kita juga punya penyidik PNS di OJK," tambahnya.

Selain itu, Muliaman menyatakan OJK akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Melalui MoU tersebut, OJK akan bergabung dengan Bank Indonesia (BI), Kementrian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"OJK anggota dari FKSSK, OJK perlu cepat masuk dalam MoU ini, sejalan meningkatkan kapasitas, agar OJK punya SDM dan sistem pemantauan yang lebih bagus," tandas Muliaman.

(nia/dru)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Listrik PLN Padam, Bos AP II Kerahkan 8 Genset Untuk Bandara Soetta

Jakarta - PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta menegaskan bahwa proses layanan di bandara tetap berjalan normal meski mengalami gangguan pasokan listrik dari PLN. Pihak manajemen langsung mengaktifkan 8 genset yang digunakan sebagai cadangan listrik PLN.

"Bandara Soekarno Hatta ada 8 unit genset on, semua alat produksi normal dan proses keberangkatan dan kedatangan penumpang normal dan suplai PLN Pukul 16.06 WIB, kondisi terminal normal," tegas Direktur Utama AP II Tri Sunoko kepada detikFinance, Senin (24/9/2012)

Tri menjelaskan lampu mati di Bandara Soekarno-Hatta karena ada gangguan listrik PLN di saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Kosambi Cengkareng. Gangguan tersebut tak langsung pada pemadaman listrik bandara sekitar pukul 15.09 lalu.

"Pukul 15.04 terjadi kedipan., 15.07 terjadi kedipan, 15.08 gangguan dari PLN Kosambi dan Bandara Soekarno Hatta padam listrik, 15.09 WIB," katanya.

Sementara itu PT PLN (Persero) menyatakan mengupayakan pasokan listrik ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang bakal normal kembali pada pukul 17.00 WIB.

Kepala Humas PLN Pusat Bambang Dwiyanto mengatakan, pada pukul 15.05 WIB saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Cengkareng-Duri Kosambi padam. Pemadaman terjadi karena ada kebakaran besar di dekat Duri Kosambi yang menyebabkan penghantar SUTT putus.

"Ini menyebabkan Bandara Soekarno Hatta dan sekitarnya padam. Saat ini sedang diupayakan penormalan dengan melakukan pengalihan beban dan diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB kondisi pasokan listrik ke bandara dan sekitarnya normal kembali," tegas Bambang.

(hen/dnl)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

AP II Tegaskan Tak Ada Gangguan Radar Pasca Mati Lampu

Jakarta - Pihak manajemen PT Angkasa Pura II menegaskan tak ada gangguan radar di Bandara Soekarno-Hatta pasca terputusnya layanan listrik dari PLN pukul 15.09 tadi. AP II menegaskan saat ini kondisi listrik di bandara sudah normal.

"Nggak ada gangguan (radar)," kata General Manager Terminal II Bandara Soetta Syaiful Bahri kepada detikFinance, Senin (24/9/2012)

Ia menyatakan gangguan pasokan listrik di terminal I dan II telah normal pada pukul 16.06 WIB.

"Sudah Allhamdullilah, 16.06 (Wib) PLN sudah clear, sudah tidak ada gangguan lagi," kata Syaiful.

Syaiful menjelaskan, saat pasokan listrik dari PLN terhenti, sistem genset atau UPS dari terminal I dan II hidup sehingga operasional bandara tetap berjalan meskipun pasokan listrik dari PLN padam.

"Waktu listrik PLN padam semua prosesnya berjalan dengan baik, kita menggunakan system priority," imbuhnya.

System priority yang dimaksudkan adalah ketika terjadi pemadaman listrik, kegiatan operasional bandara yang terkait pelayanan terhadap pesawat dan penumpang berjalan normal namun untuk fasilitas yang tidak menjadi prioritas bisa dipadamkan listriknya.

"Anggapan masyarakat yang belum tahu, ketika ada 20 lampu yang hidup cuma 10 dan 10 mati, itu kan non priority," tambahnya.

(feb/hen)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Misteri Anggaran 10 Kendaraan Dinas Bea Cukai Rp 10 Miliar

Jakarta - Dalam Nota Keuangan RAPBN 2013, Ditjen Bea dan Cukai meminta 10 unit kendaraan dinas Rp 10 miliar. Namun ternyata yang dibutuhkan hanya 4 unit atau Rp 4 miliar. Kok bisa?

Hal tersebut terungkap saat Anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan Dolfi menanyakan harga mobil yang mahal tersebut, yakni Rp 1 miliar per unitnya.

"Ini ditulis dalam Nota Keuangan, Direktorat Bea dan Cukai meminta anggaran untuk mobil dinas sebanyak 10 unit dengan Rp 10 miliar, artinya 1 unit harganya Rp 1 miliar. Mobil jenis apa ini? Buat siapa?" kata Dolfi heran dalam rapat kerja dengan Dirjen Pajak dan Dirjen Bea dan Cukai di Ruang Komisi XI Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Namun menurut Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono, pihaknya hanya membutuhkan 4 unit saja dengan anggaran Rp 4 miliar.

"Kita cuma butuh 4 unit saja dengan anggaran Rp 4 miliar, bukan 10 unit dengan Rp 10 miliar," ungkap Agung.

Menurut Agung, 4 unit kendaraan dinas tersebut diperuntukkan bagi atase/perwakilan Bea dan Cukai di luar negeri.

"Itu mobil dinas untuk atase Bea Cukai di luar negeri. Kita hanya mengikuti standar negara di sana yang lebih tinggi, mungkin Mercedes seri berapa gitu yang harganya mahal," ujarnya.

Nanti 4 mobil dinas tersebut diperuntukakn untuk atase di Singapura, Hong Kong, Tokyo, dan Belgia.

"Kami nanti akan tindak lanjuti, yang jelas kami cuma butuh 4, bukan 10, kita akan cari tahu untuk siapa 6 unit tersebut," tukas Agung.

(rrd/dnl)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Bos Jasa Marga: Proyek Monorel Cibubur-Senayan Masih Wacana

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berencana untuk membangun proyek monorel Cibubur - Senayan. Namun hal tersebut baru wacana semata.

Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin mengungkapkan, kemungkinan terbesar ruas jalan Cibubur-Senayan akan dibuat triple deck atau tiga tingkat.

"Pak Dirut buka wacana, nanti triple decker, jadi tol existing Cibubur-Senayan, sama tol elevated, dan di atasnya monorel," ungkap Hasanudin saat ditemui wartawan di Kantor Pusat Jasa Marga di Jakarta Timur, Senin (24/9/12).

Lebih lanjut, Hasan mengatakan, sebenarnya jalan tol Cibubur-Senayan akan memakan investasi yang sangat besar sekali, dan dinilai sangat akan membebankan para pengguna jalan nantinya.

"Belum tentu batal, tapi kalau tarifnya Rp 28.000, dia tidak akan bisa mengatract kendaraan itu untuk bisa masuk. Sehingga tujuan kita untuk menyelesaikan lalu lintas itu tidak pas," tambahnya.

Dia menambahkan, Jasa Marga tidak mungkin mengerjakan proyek monorel sendiri. Nantinya, semua jalan ini akan berintegrasi satu sama lain, termasuk jalan tol layang Cibubur-Senayan yang menurutnya masih dalam pengkajian.

"Paling kerjasama, supaya penumpang yang bisa move itu lebih banyak," katanya.

Menurut Hasanudin, Jasa Marga hanya memiliki kapasitas sebagai operator jalan tol. "Tidak memungkinkan, kita bukan sebagai perusahaan monorel, tapi kalau hanya kontribusi sih masih bisa. Anggaran dasarnya kita perusahaan jalan tol," jelasnya.

"Kalau properti masih bisa, bangun tempat istirahat. Jadi bangun yang tidak related sama jalan tol itu nggak bisa," tambahnya.

Seperti diketahui Jasa Marga berencana membangun monorel di atas jalan tol (elevated) dalam kota untuk rute Cibubur-Senayan. Cara ini lebih efektif mengurangi kepadatan kendaraan di jalan dan memperlancar aktivitas masyarakat dari Bogor atau Cibubur.

Atas rencana ini, Jasa Marga berencana menghadirkan parkir kendaraan yang ekstra luas bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan moda transportasi masal tersebut.

"Kita akan sediakan lahan untuk menampung mobil baru masyarakat yang pakai monorel. Mobil diparkir," ungkap Dirut Jasa Marga, Adhityawarman.

Lahan ini diperkirakan mampu menampung 1.000 mobil. Namun ide ini masih terus dimatangkan perseroan, termasuk posisi lahan parkir ekstra tersebut.

"Lahannya belum namun kalau melihat posisinya, tanah yang masih cukup luas antara pintu tol Cibubur dengan Bukit Golf (Cimanggis). Kita bebaskan untuk parkir," paparnya.

Ongkos pembangunan monorel dianggap lebih murah dibandingkan jalan tol. Biaya struktur lebih efisien karena beban angkut monorel lebih kecil dibandingkan mobil.

"Pembangunannya jauh lebih murah karena kalau monorel bisa dipastikan bebannya. Namun mobil jika dalam keadaan macet, semua menumpuk. Beban jadi lebih besar," ucap Adit.

(zul/dru)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Dahlan Iskan Hapus Posisi Wadirut di BUMN Non Bank

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan terus melakukan efisiensi pada struktur organisasi perusahaan plat merah. Posisi wakil direktur utama (wadirut) di BUMN non perbankan akan dihapus.

"Kecuali (BUMN) perbankan, saya memang tidak ingin ada wadirut," kata Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Sebelumnya, pada perombakan direksi PT Angkasa Pura II yang merupakan pengelola Bandara Soekarno-Hatta, Dahlan menghilang posisi wadirut. Dahlan menjelaskan fungsi direktur lebih efektif daripada posisi wadirut.

"Lebih baik ditambah direktur dari pada ada wadirut," tambahnya.

Mantan Dirut PLN ini menegaskan, posisi wadirut di perbankan plat merah masih diperlukan karena harus mengikuti peraturan dari bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI).

"Bank itu ada disiplin tertentu, karena memenuhi peraturan Bank Indonesia, peraturan internasional. Itu memang ada pembagian tugasnya yang sangat jelas di sana," tegasnya.

(feb/dnl)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Gudang Garam Rogoh Kocek Rp 149,99 Miliar Dirikan Anak Usaha Baru

Jakarta - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mendirikan anak usaha baru pada bidang pengolahan tembakau. Produsen rokok asal Kediri ini menanamkan modal ditempatkan dan modal disetor penuh sebesar Rp 149,99 miliar.

Menurut Sekretaris Perusahaan GGRM, Heru Budiman dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin (24/9/2012), anak usaha ini bernama PT Surya Inti Tembakau.

"Bahwa sebagaimana notaris Ida Mustia tanggal 21 September 2012 mendirikan anak usaha dengan nama PT Surya Inti Tembakau, modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan sebesar Rp 149.999.000.000 atau setara 149.999 lembar dengan harga nominal Rp 1 juta," katanya.

Jumlah saham ini mencerminkan 99,99 persen dari total modal disetor dan ditempatkan Surya Inti Tembakau sejumlah Rp 150 miliar. Atas pendirian anak usaha baru ini, GGRM berharap dapat menunjang bisnis inti perusahaan.

Pendirian anak usaha itu tidak ada benturan kepentingan dengan perseroan. Kabar sebelumnya menyebut GGRM telah memiliki dua anak perusahaan utama yaitu PT Surya Pamenang dan PT Surya Madistrindo yang bergerak di bidang usaha produksi kertas karton untuk kemasan serta distributor tunggal produk Gudang Garam.

Pada semester I-2012 GGRM menghasilkan laba Rp 2,13 triliun atau turun 8,58% dari posisi sebelumnya, Rp 2,33 triliun. Namun pendapatan perseroan mengalami kenaikan 18,19% menjadi Rp 23,46 triliun.

(wep/dru)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Tol Jakarta-Cikampek Naik 10%, Jasa Marga Kantongi Rp 2,75 Miliar/Hari

Jakarta - PT Jasa Marga Tbk berencana menaikkan tarif ruas tol Jakarta - Cikampek akhir September nanti. Kenaikkan tarif ini mendongkrak nilai pendapatan transaksi hingga Rp 2,75 miliar per hari dari sebelumnya Rp 2,5 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Operasi Jasa Marga, Hasanuddin di acara sosialisasi Penetapan Kenaikkan Tarif Tol Jakarta Cikampek di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta Timur, Senin (24/9/12).

"Tarif Naik 10%, jadi kira-kira nanti transaksi Rp 2,75 miliar per hari," ungkapnya.

Sebelumnya, dengan lalu lintas harian hingga 500.000 kendaraan yang didominasi kendaraan golongan I, Hasanudin menambahkan, nilai transaksi tol Jakarta - Cikampek bisa mencapai Rp 2,5 miliar per hari.

"LHR (lalu lintas harian antara 400-500.000 per hari. Pendapatannya Japek (Jakarta Cikampek) itu Rp 2,5 miliar per hari," jelasnya.

Ruas tol Jakarta-Cikampek akan mengalami kenaikan tarif sebesar 10% pada akhir September ini. Besaran kenaikan itu masih sebatas usulan PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola ruas tol Jakarta-Cikampek.

Adapun besaran kenaikan adalah sesuai dengan besaran inflasi selama 2 tahun, kira-kira 10 %. Berikut ini besaran penyesuaian tarif tol Jakarta-Cikampek sebesar 10%:

Tarif tol saat ini:

  • Golongan 1: Rp 11.000
  • Golongan 2: Rp 17.500
  • Golongan 3: Rp 22.000
  • Golongan 4: Rp 27.500
  • Golongan 5: Rp 33.000

Tarif tol setelah kenaikan sebesar 10%:

  • Golongan 1: Rp 12.100
  • Golongan 2: Rp 19.250
  • Golongan 3: Rp 24.200
  • Golongan 4: Rp 30.250
  • Golongan 5: Rp 36.300

(zul/hen)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Listrik PLN Padam, Bos AP II Kerahkan 8 Genset Untuk Bandara Soetta

Jakarta - PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta menegaskan bahwa proses layanan di bandara tetap berjalan normal meski mengalami gangguan pasokan listrik dari PLN. Pihak manajemen langsung mengaktifkan 8 genset yang digunakan sebagai cadangan listrik PLN.

"Bandara Soekarno Hatta ada 8 unit genset on, semua alat produksi normal dan proses keberangkatan dan kedatangan penumpang normal dan suplai PLN Pukul 16.06 WIB, kondisi terminal normal," tegas Direktur Utama AP II Tri Sunoko kepada detikFinance, Senin (24/9/2012)

Tri menjelaskan lampu mati di Bandara Soekarno-Hatta karena ada gangguan listrik PLN di saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Kosambi Cengkareng. Gangguan tersebut tak langsung pada pemadaman listrik bandara sekitar pukul 15.09 lalu.

"Pukul 15.04 terjadi kedipan., 15.07 terjadi kedipan, 15.08 gangguan dari PLN Kosambi dan Bandara Soekarno Hatta padam listrik, 15.09 WIB," katanya.

Sementara itu PT PLN (Persero) menyatakan mengupayakan pasokan listrik ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang bakal normal kembali pada pukul 17.00 WIB.

Kepala Humas PLN Pusat Bambang Dwiyanto mengatakan, pada pukul 15.05 WIB saluran udara tegangan tinggi (SUTT) Cengkareng-Duri Kosambi padam. Pemadaman terjadi karena ada kebakaran besar di dekat Duri Kosambi yang menyebabkan penghantar SUTT putus.

"Ini menyebabkan Bandara Soekarno Hatta dan sekitarnya padam. Saat ini sedang diupayakan penormalan dengan melakukan pengalihan beban dan diperkirakan sekitar pukul 17.00 WIB kondisi pasokan listrik ke bandara dan sekitarnya normal kembali," tegas Bambang.

(hen/dnl)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Hutama Karya Klaim Kontraktor yang Paling Banyak Bangun Jalan Tol

Written By Unknown on Sunday, September 23, 2012 | 4:00 AM

Jakarta - Ide tiga menteri, Dahlan Iskan Menteri BUMN, Djoko Kirmanto Menteri Pekerjaan Umum (PU) dan Menteri Keuangan Agus Martowardjojo untuk mengubah bisnis inti PT Hutama Karya menjadi perusahaan pengembang dan pengelola jalan tol, disambut baik manajemen HK.

Menurut Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Ari Widiantoro, pihaknya merupakan BUMN yang paling berpengalaman dalam proyek jalan tol. Namun selama ini HK hanya sebagai pelaksana, belum tercatat sebagai pemilik.

Atas amanat dari pemerintah ini, Hutama Karya siap menjawabnya dengan bukti nyata. "Itu kan penugasan dari pemerintah. Kami akan laksanakan. Kami selama ini memang sudah membangun jalan tol, mungkin yang terpanjang di Indonesia," katanya kepada detikFinance, Minggu (23/9/2012).

Ia menambahkan, kajian pembangunan dan pengelolaan jalan tol trans Sumatra masih dilakukan manajemen. Termasuk estimasi biaya yang diperlukan serta tarif tol saat seluruhnya beroprasi.

"Seluruhnya masih dikaji. Rute yang hendak dibangun. Saat tol jadi bisa saja dijual atau lainnya," tambahnya.

Dahlan sebelumnya memang menyebut telah menugasi HK untuk mengembangkan jalan tol, khususnya di pulau Sumatra. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang sebelum diberi amanah dianggap lamban karena proyek tol trans Sumatera tidak feasible.

Ruas tol sepanjang 1.980 km ini akan melintasi Aceh hingga Lampung. Dahlan juga yakin ditangan HK proyek akan selesai lebih cepat dibandingkan Jasa Marga."Jalan tol itu selesai dalam 6 tahun dengan perusahaan ini," tempo hari.

Ari menuturkan, proyek menjadi pengelola jalan tol adalah pembelajaran, layaknya PT Citra Marga Nusapala dan PT Bakrie Toll Road yang sebelum tidak berpengalaman. "Banyak orang berpengalaman. tinggal rekrut aja," imbuh Ari.

(wep/hen)


4:00 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger