Copyright By www.overcometheproblemofhairloss.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Dahlan Iskan Tak Suntik Modal ke Kertas Leces, DPR Protes

Written By Unknown on Tuesday, September 25, 2012 | 4:00 AM

Jakarta - Kementerian BUMN tidak memberikan suntikan modal berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) ke PT Kertas Leces pada tahun ini. Langkah ini diprotes oleh Anggota DPR.

Menteri BUMN Dahlan Iskan beralasan, Kertas Leces dapat menjadi perusahaan yang tumbuh baik tanpa harus disuntik modal secara terus-menerus.

"Leces dapat diperbaiki tanpa negara injeksikan dana, dengan manajemen yang baik akan bisa diperbaiki," kata Dahlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Sebelumnya, dalam rapat Menteri BUMN dengan Komisi VI DPR pada 27 Oktober 2011, disepakati untuk memberikan PMN kepada 7 BUMN, di antaranya: PT Kertas Leces, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, PT Industri Kapal Indonesia, PT Merpati Nusantara Airlines dan PT Garam. Namun, pada 7 Mei 2012 keluar surat Menteri Keuangan No: S-318/MK.06/2012 memutuskan PMN hanya diberikan kepada 6 BUMN dan menghapus Kertas Leces dari daftar penerima PMN.

Dahlan menilai, kalau terus menerus diberi suntikan permodalan dari pemerintah, pabrik kertas yang berlokasi di Probolinggo, Jawa Timur ini tidak akan berkembang.

"Nggak harus semua perusahaan yang jelek untuk diperbaiki harus ada uang negara karena yang lalu-lalu, pernah dikasih uang negara tapi nggak pernah baik, uang negara harus dihematlah," tambahnya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi VI DPR Ferrari Romawi menjelaskan, perusahaan yang mencatat rugi Rp 84,97 miliar pada tahun 2011 ini harus tetap diberi PMN. Ia beralasan, meskipun ada perubahan daftar penerima PMN, Kementerian BUMN harus berkonsultasi ke DPR.

"Memang sudah pembahasan panjang di Panja. Kita keberatan kalau itu (Kertas Leces) dihilangkan," pungkasnya.

(feb/dnl)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Tak Ada Biaya, 6 Proyek Tol Bakrie Mangkrak

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) mencatat proyek-proyek jalan tol yang digarap oleh Grup Bakrie tak berjalan alias mangkrak. Penyebabnya selain pembebasan lahan juga masalah finansial.

"Pokoknya mayoritas tol Bakrie itu sedang istirahat," ungkap Kasubdit Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Heri Marzuki saat ditemui di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa (25/9/12).

Heri menjelaskan antaralain jalan tol Pejagan-Pemalang yang saat ini proses pembebasan lahannya terhenti. Padahal, menurut Heri, saat ini proses pembebasan lahan untuk rencana pembangunan ruas tol ini sudah mencapai 29%.

"Progres terakhir itu 29%, tapi itu terhenti awal tahun, nggak ada pendanaannya. Mandek dipembiayaan," jelasnya.

Selain itu, ruas tol Ciawi-Sukabumi yang juga terhenti sejak Agustus kemarin. Harry mengatakan, hanya 6% dari lahan seluas 572 hektar yang telah terbebaskan.

"Ciawi Sukabumi juga terhenti kasusnya sama dengan Pejagan Pemalang, masalah pendanaan, nggak banyak kok cuma Rp 700 miliar. Sejak Puasa dan Lebaran kemarin, tapi sejak Januari dia tidak ada BOP (Biaya Operasional)," tambahnya.

Heri mengatakan, sedikitnya ada 6 ruas tol milik Bakrie yang terhenti proses pengerjaannya karena masalah pendanaan. "Ciawi-Sukabumi, Pejagan- Pemalang, Batang-Semarang 1 dan 2, Pasuruan-Probolinggo, Cimanggis- Cibitung," tutupnya.

(zul/hen)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

CIMB Niaga Tawarkan Surat Utang Rp 8 Triliun

Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menawarkan obligasi berkelanjutan dengan total nilai Rp 8 triliun. Tahap I surat utang akan ditawarkan sejumlah Rp 2 triliun.

Menurut Wakil Direktur CIMB Niaga, James Rompas, obligasi tahap I ditawarkan dengan bunga kisaran 7%-8,35%. Obligasi tahap I terbagi menjadi dua seri. Seri A berjangka waktu tiga tahun dengan kisaran bunga 7%-7,6%, lalu seri B dengan penawaran bunga 7,6%-8,35% dan berjangka waktu lima tahun.

"Obligasi ditawarkan 100% dari nilai nominal obligasi. Pembayaran obligasi dilakukan secara triwulan," kata James.

Ia menambahkan, hasil penawaran obligasi tahap I digunakan untuk ekspansi kredit. Sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi adalah PT CIMB Securities Indonesia.

Masa penawaran dilakukan pada 23 dan 24 Oktober 2012, dengan periode penjatahan 25 Oktober 2012. Pencatatan di Bursa 31 Oktober 2012. Obligasi ini memperoleh rating idAAA dari Pefindo serta AAAidn dari Fitch Rating Indonesia.

Hingga akhir semester I-2012 perseroan menghasilkan laba Rp 1,98 triliun naik 28% dari posisi tahun lalu Rp 1,55 triliun. Sedangkan laba per saham Rp 78,93. Dana pihak ketiga tercatat Rp 137,59 triliun.

(wep/ang)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Masih Terus Merugi, Merpati Diusulkan Jadi Seperti TVRI

Jakarta - Terus meruginya PT Merpati Nusantara Airlines hingga ratusan miliar membuat DPR gerah. Kalangan DPR memberikan masukan jika tidak mau ditutup, lebih baik status Merpati dijadikan seperti TVRI.

TVRI kini perusahaan dibawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang tidak perlu mengejar laba lagi dan statusnya hanya bekerja sosial.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Manajemen Merpati di Komisi XI, DPR, Selasa (25/9/2012).

"Lebih baik dijadikan seperti TVRI saja, tugasnya seperti tugas sosial, jadi tidak perlu mencari keuntungan lagi, layani masyarakat khususnya daerah perintis, sama seperti PELNI," ucap Melchias dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dirut Merpati, di Komisi XI DPR, Selasa (25/9/2012).

Menurut Melchias, Direksi Merpati saat ini kembali meminta bantuan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 200 miliar lagi, padahal tahun sebelumnya sudah mendapat PMN Rp 561 miliar. Hal ini sama saja seperti membuang garam di lautan.

"Direksi Merpati mau minta tambahan Rp 200 miliar PMN lagi, ini sama saja kita buang garam di lautan, percuma, besok-besok ganti Dirut baru, ya ujungnya minta PMN lagi, minta duit negara lagi, mau sampai kapan," kata Melchias.

Dirinya juga mengkritik tidak adanya kesepahaman antara Menteri Keuangan dan Menteri BUMN. "Saya juga melihatnya antara Menteri Keuangan dengan Menteri BUMN tidak satu pemikiran, programnya BUMN tidak jelas, yang satu ingin ditutup saja, yang satunya ingin dilanjutkan," katanya lagi.

Pasalnya dengan PMN yang sudah diberikan ke Merpati totalnya mencapai Rp 1 triliun lebih, jika ini diberikan ke perusahaan baru, dengan dana sebesar itu perusahaan tersebut sudah bisa beli banyak pesawat, pinjaman bank yang lancar tanpa ada track record hutang bertumpuk.

"Bayangkan Rp 1 triliun lebih sudah uang negara diberikan ke Merpati, hasilnya rugi lagi rugi lagi, mending dibuat perusahaan baru, bisa beli banyak pesawat dengan uang segitu. Didaerah minta anggaran Rp 5-10 triliun untuk bangun jalan saja susahnya setengah mati, ini Rp 200 miliar yang dirasa sudah tidak ada hasil jadi buat apa kita setujui tambahan modal," tandas Melchias.

(rrd/dru)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Ada MRT-Monorel, Properti Mal & Perkantoran Lebih Menjanjikan

Jakarta - Beberapa rencana proyek transportasi massal di Jakarta dipastikan berdampak positif terhadap bisnis properti di kawasan yang dilalui monorel dan MRT. Proyek monorel secara otomatis akan mengerek nilai dari properti terutama untuk sektor ritel (pusat belanja dan mal) dan perkantoran.

CEO Leads Property Hendra Hartono mengatakan sektor ritel dan perkantoran secara alami di negara mana pun sangat ditopang oleh transportasi massal. Sedangkan sektor residensial khususnya apartemen mewah belum tentu akan terkerek dengan dukungan infrastrukur transportasi massal tersebut.

"Apakah daerah itu menjadi lebih mahal? kalau ritel dan perkantoran sudah pasti, hunian atas belum tentu, apalagi (apartemen) kawasan segitiga emas sudah mahal harganya, apakah benar kalangan atas akan bersedia naik MRT, karena tentunya harus mengubah gaya hidup," kata Hendra kepada detikFinance Selasa (25/9/2012)

Ia menuturkan tipikal kalangan atas di Indonesia tak mudah beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan massal. Berbeda di negara-negara seperti Singapura dan Hong Kong, di kawasan residensial apartemen atas disana berkembang sejalan adanya akses transportasi massal.

"Kalau orang-orang yang mau bisnis, daripada naik mobil, nggak apa naik monorel, selama monorel itu nyaman. Saya belum tahu kalau menengah atas, kalau menengah masih bisa," katanya.

Hendra juga menggaris bawahi keberadaan transportasi massal akan terasa dalam jangka panjang, sedangkan untuk jangka pendek belum tentu dampaknya karena harus merubah gaya hidup dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

"Ya memang secara keseluruhan akan ada kenaikan harga, kenaikannya bukan kelas atas. Pertanyaannya lagi apakah orang-orang yang tinggal di residensial atas, dengan harga yang tinggi, apakah benar-benar mau menggunakan moda itu," katanya.

Seperti diketahui beberapa transportasi massal Jakarta sedang disiapkan antaralain Mass Rapid Transit (MRT) dari Lebak Bulus-Kampung Bandan, paling cepat 2016 jadi.

Sedangkan konsep monorel sedang diajukan oleh beberapa pengembang BUMN seperti Adhi Karya yang mengajukan rute Tanah Abang-Thamrin-Sudirman-Senayan. Bahkan Jasa Marga pun punya rencana membangun moda yang sama yaitu monorel dari Senayan-Cibubur.

(hen/dnl)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Proyek Tol Medan-Kualanamu Dikebut Agar Bisa Dukung Bandara Baru

Jakarta - Persiapan pembangunan ruas tol Medan-Kualanamu di Sumatera Utara akan dipercepat. Hal ini untuk mendukung pengoperasian Bandara Kualanamu selesai akhir tahun ini.

Kasubdit Pengadaan Tanah Kementerian Pekerjaan Umum, Heri Marzuki mengatakan, proses pembebasan lahan untuk tol ini menjadi prioritas dari 24 ruas tol yang direncanakan pemerintah.

"Kita nggak punya target, tapi prioritas. Contohnya Medan Kualanamu, karena tinggal sedikit dan sudah kontrak loan dengan China," ungkap Heri saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, di Jakarta, Selasa (25/9/12).

Pembangunan proyek ini menjadi prioritas karena menurut Heri, ini akan menjadi akses penunjang dibangunnya Bandara Kualanamu.

"Airportnya tahun ini sudah selesai, kalau airportnya selesai nggak ada tolnya ya mau gimana," ungkapnya.

Saat ini, proses pembebasan lahan untuk ruas tol Medan-Kualanamu sudah mencapai 48%. Ditargetkan, konstruksi sudah bisa mulai dilakukan saat proses pembebasan lahannya mencapai 60%. Pasalnya, menurut Heri, investor asing dari China sudah berniat untuk menggarap tol ini.

"Semua lahannya 197 hektar. Presentasenya 48% yang sudah bebas, jadi baru sekitar 95 hektar. Targetnya 60% tahun ini, China masuk untuk konstruksi," pungkasnya.

Pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu merupakan proyek tol sepanjang kurang lebih 60 kilometer yang akan melalui rute Medan-Lubuk Pakam-Kualanamu hingga Tebing Tinggi. Proyek tersebut, merupakan salah satu proyek prioritas yang diserahkan pelaksanannya pada Kementerian Pekerjaan Umum.

Adapun pembagian pelaksanaan proyek ruas tol itu yakni pemerintah akan melaksanakan bagian ruas tol dari Medan-Lubuk Pakam-Kualanamu sepanjang 24 Km, dengan kebutuhan lahan sebesar 197,94 hektar dan nilai investasi sekitar Rp 1,75 triliun.

Sedangkan dari Kualanamu hingga Tebing Tinggi sepanjang 36 kilometer dengan kebutuhan lahan 243,59 hektar dan nilai investasi sekitar Rp 2,6 triliun akan digarap oleh investor swasta, dengan skema pembiayaan kersama pemerintah-swasta.

(zul/hen)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Menguat 25 Poin, IHSG Naik Paling Tinggi di Asia

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat poin menyusul aksi beli selektif di saham-saham lapis dua. Indeks menguat paling tinggi di antara pasar saham regional yang rata-rata bergerak mixed.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis di posisi Rp 9.565 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.560 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 2,924 poin (0,07%) ke level 4.203,838 di tengah penguatan pasar saham Asia. Pelaku pasar masih ragu-ragu bertransaksi akibat kekhawatiran melambatnya perekonomian dunia.

Pelaku pasar mendapat semangat dari pasar regional yang kompak menguat sehingga mendorong aksi beli di lantai bursa. Saham-saham komoditas terkena tekanan jual seiring koreksi harganya di pasar global.

Tekanan jual itu sempat menghajar indeks sampai jatuh ke zona merah karena rata-rata saham komoditas merupakan saham unggulan. Indeks sempat turun hingga ke level 4.190,546 sebelum akhirnya kembali menanjak perlahan.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 2,662 poin (0,06%) ke level 4.203,576 setelah bergerak fluktuatif sejak pagi tadi. Rentang pergerakan IHSG masih sempit, investor belum terlalu semangat karena minim sentimen positif.

Pelaku pasar mendapat semangat dari pasar regional yang kompak menguat sehingga mendorong aksi beli di lantai bursa. Saham-saham komoditas terkena tekanan jual seiring koreksi harganya di pasar global.

Menutup perdagangan, Selasa (25/9/2012), IHSG menguat 25,972 poin (0,62%) ke level 4.226,886. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,334 poin (0,74%) ke level 725,784.

Satu-satunya sektor saham yang melemah adalah sektor tambang. Saham-saham unggulan yang sudah murah akhirnya dikoleksi investor menjelang penutupan perdagangan. Aksi beli ini banyak dilakukan oleh investor lokal.

Investor asing masih skeptis dengan pertumbuhan ekonomi dunia sehingga memilih untuk keluar sejenak dari lantai bursa. Transaksi pemodal asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 158,46 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 153.640 kali pada volume 4,663 miliar lembar saham senilai Rp 4,481 triliun. Sebanyak 154 saham naik, sisanya 85 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga sore hari ini namun dengan kecenderungan menguat. Mayoritas berhasil bertahan di zona hijau, hanya pasar saham China yang terjebak di teritori negatif.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 3,90 poin (0,19%) ke level 2.029,29.
  • Indeks Hang Seng naik tipis 3,98 poin (0,02%) ke level 20.698,68.
  • Indeks Nikkei 225 menguat 22,25 poin (0,25%) ke level 9.091,54.
  • Indeks Straits Times bertambah 3,68 poin (0,12%) ke level 3.071,61.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima (LPIN) naik Rp 450 ke Rp 10.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 ke Rp 47.050, Japfa (JPFA) naik Rp 400 ke Rp 4.875, dan Mayora (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 22.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 1.225 ke Rp 4.925, Century Textille (CNTX) turun Rp 1.050 ke Rp 5.500, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 400 ke Rp 5.750, dan Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 400 ke Rp 1.450.

(ang/dru)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Tanpa Keluar Duit, Merpati Datangkan 60 Pesawat dari Hong Kong

Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines tidak tinggal diam ketika mengetahui para pesaingnya memborong pesawat baru. Merpati tanpa mengeluarkan sepeser-pun uang, mampu mendatangkan 60 pesawat yang salah satu jenisnya yakni dari pabrikan Airbus.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Rudy Setyopurnomo mengaku telah menyelesaikan kontrak kerja sama dengan salah satu partner kerja di Hong Kong dan mendatangkan 60 pesawat baru.

"Kita kerja sama dengan partner di Hong Kong, jadi tanpa membeli atau menyewa pesawat baru, Merpati akan memiliki 60 pesawat baru," kata Rudy ketika ditemui di Ruang Komisi XI DPR, Selasa (25/9/2012).

Dikatakan Rudy, kerjasama bisnis diantar keduanya yakni dengan skema bagi hasil.

"Dia (partner) punya pesawat, kita bawa kesini kita pakai, lalu skemanya bagi hasil," kata Rudi.

60 pesawat tersebut diungkapkan Rudy yang akan didatangkan secara bertahap dan dimulai pada kuartal keempat tahun 2012.

"Jadi dua bulan lagi, satu demi satu pesawat akan datang, diharapkan tiap bulan datang satu pesawat. Partner dari Hong Kong tersebut apakah dari maskapai atau pabrik pesawat, tunggu lusa, saya umumkan. Yang jelas komposisinya ada 20 Airbus, 20 Jet dan 20 jenis pesawat lainnya," jelasnya.

Dengan datangnya pesawat-pesawat baru tersebut kata Rudy tentunya akan memberikan efesinsi cukup besar.

"Saat ini dengan 30 pesawat kita yang ada per seat (kursi) satu kilo meter biayanya mencapai US$ 7 sen, sementara kalau pesawat baru hanya US$ 4-5 sen saja. Dengan harapan bisa memberikan keuntungan per hari Rp 1 miliar dengan adanya tambahan 60 pesawat tersebut," tandasnya.

(rrd/dru)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Tanpa Keluar Duit, Merpati Datangkan 60 Pesawat dari Hong Kong

Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines tidak tinggal diam ketika mengetahui para pesaingnya memborong pesawat baru. Merpati tanpa mengeluarkan sepeser-pun uang, mampu mendatangkan 60 pesawat yang salah satu jenisnya yakni dari pabrikan Airbus.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Rudy Setyopurnomo mengaku telah menyelesaikan kontrak kerja sama dengan salah satu partner kerja di Hong Kong dan mendatangkan 60 pesawat baru.

"Kita kerja sama dengan partner di Hong Kong, jadi tanpa membeli atau menyewa pesawat baru, Merpati akan memiliki 60 pesawat baru," kata Rudy ketika ditemui di Ruang Komisi XI DPR, Selasa (25/9/2012).

Dikatakan Rudy, kerjasama bisnis diantar keduanya yakni dengan skema bagi hasil.

"Dia (partner) punya pesawat, kita bawa kesini kita pakai, lalu skemanya bagi hasil," kata Rudi.

60 pesawat tersebut diungkapkan Rudy yang akan didatangkan secara bertahap dan dimulai pada kuartal keempat tahun 2012.

"Jadi dua bulan lagi, satu demi satu pesawat akan datang, diharapkan tiap bulan datang satu pesawat. Partner dari Hong Kong tersebut apakah dari maskapai atau pabrik pesawat, tunggu lusa, saya umumkan. Yang jelas komposisinya ada 20 Airbus, 20 Jet dan 20 jenis pesawat lainnya," jelasnya.

Dengan datangnya pesawat-pesawat baru tersebut kata Rudy tentunya akan memberikan efesinsi cukup besar.

"Saat ini dengan 30 pesawat kita yang ada per seat (kursi) satu kilo meter biayanya mencapai US$ 7 sen, sementara kalau pesawat baru hanya US$ 4-5 sen saja. Dengan harapan bisa memberikan keuntungan per hari Rp 1 miliar dengan adanya tambahan 60 pesawat tersebut," tandasnya.

(rrd/dru)


4:00 AM | 0 komentar | Read More

Selesaikan Kasus Keuangan, OJK Bakal Gandeng Penyidik Kepolisian

Written By Unknown on Monday, September 24, 2012 | 4:00 AM

Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyatakan dalam menangani kasus-kasus keuangan lembaga perbankan dan industri keuangan non bank, pihaknya membutuhkan penyidik. Salah satu penyidik yang dipastikan turut serta dalam membantu kinerja OJK adalah kepolisian.

"Menurut hukum perdata, penyidik itu cuma 2, yaitu PNS dan kepolisian," ujar Muliaman ketika ditemui dalam diskusi OJK di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Selain kepolisian, Muliaman menyatakan penyidik dari Pegawai Negeri Sipil awalnya adalah penyidik dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Namun, dengan masuknya Bapepam LK ke dalam OJK yang merupakan lembaga independen, maka pihaknya tengah mencari cara untuk mengatasi status penyidik PNS ini.

"PNS dulu diwakili Bapepam, nanti karena PNS Bapepam bukan PNS lagi. Kita sedang memikirkan bagaimana untuk tetap memiliki penyidik PNS untuk membantu penyidik kepolisian," jelasnya.

"Oleh karena itu saya akan melakukan konsultasi dengan Kapolri untuk bagaimana ini bisa kita sepakati bersama-sama agar ada dukungan dari kepolisian supaya kita juga punya penyidik PNS di OJK," tambahnya.

Selain itu, Muliaman menyatakan OJK akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Melalui MoU tersebut, OJK akan bergabung dengan Bank Indonesia (BI), Kementrian Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"OJK anggota dari FKSSK, OJK perlu cepat masuk dalam MoU ini, sejalan meningkatkan kapasitas, agar OJK punya SDM dan sistem pemantauan yang lebih bagus," tandas Muliaman.

(nia/dru)


4:00 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger